Prawa Gitar Nylon

Jumat, 27 September 2013

Proses Membuat Suling Bambu (bagian 4, selesai)

Alhamdulillah akhirnya kesampaian juga ngisi blog lagi. Hmm, sudah lama sekali rasanya blog "Ki Bagus Nata" ini tidak terupdate dengan tulisan-tulisan baru. Menyikapi dari permintaan beberapa pembaca, tentang proses pembuatan suling bambu, maka kali ini langsung saja dipaparkan lewat media gambar. Kali ini sy membuat suling bernada dasar Gis  (G#), dengan urutan membuatnya sebagai berikut:
1. Lubang tiup dan lubang nada ke-1.
Lubang tiup (kiri bawah), lubang nada pertama (kanan atas). Pembuatan suling tidak terlepas dari nada
standar, maka saat membuatnya harus menggunakan keyboard piano. Walaupun bisa saja menggunakan tuner (kelebihan suara piano telinga kita bisa membandingkan secara langsung harmonisasi frekwensi suaranya - audio, kalau menggunakan tuner kontrol nadanya hanya lewat visual).

2. Lubang tiup, lubang  ke-1  dan lubang ke-6.
Langkah berikutnya, ambil tali kemudian bagi dua jarak antara lubang tiup dan lubang ke 1 tadi. Hasil baginya dijadikan lubang ke-6  (lubang tengah).

3. Lubang tiup, lubang ke-1, ke-6, dan ke-2.
Sebelum membuat lubang ke-2, terlebih dahulu antara lubang ke-1 dan ke-6 kita tandai dengan spidol (jaraknya dibagi rata saja).  Walaupun terkadang sy lebih suka jarak dari lubang 1 ke lubang 2, cenderung lebih lebar sedikit.

4. Lubang nada ke-3. Karena sudah ditandai dengan spidol. Maka untuk berikutnya tinggal melubangi saja, hingga selesai.
Catata: saat melubangi lubang nada ke-3. harus lebih kecil dari lubang sebelumnya (1/2). Karena jarak nada  mi  ke nada fa intervalnya 1/2 nada. 
 

5. Lubang tiup, lubang nada: 1,2,3,4,5 dan 6. (selesai)

Catatan:
Saat melubangi jangan dulu lebar-lebar karena bila terlalu lebar (misalnya kebablasan karena saking asikya melubangi hingga lupa lubangnya terlalu lebar)....hmm, susah nambal kembalinya. Resikonya suara fals dan tentu saja gagaaaaaaaalllll.
Tiap selesai melubangi lubang demi lubang, kita selalu mengecek. Kan dekat dengan piano...(tekan tombol pianonya dengan kaki, karena tangan kita sibuk memegang dan menutup lubang suling,....kecuali bila ada yang membantu nekan tuts piano akan lebih mudah lagi. Tapi kan tidak sembarang tekan tuts...yang ngerti ngakurin suara kan sy  oleh karena itu ...ya sudah pakai  kaki saja ...hehehe.   Itu sy, kalau buat suling begitu).
Salam dan Selamat mencoba... 
By Vidia Music Studio




Sabtu, 29 Juni 2013

Memainkan Gong

Gong adalah salah satu bagian dari seperangkat atau waditra gamelan. Alat musik gamelan bilamana tidak ada suara gong nya kira-kira bagaimana ya? Sebagaimana halnya sy pernah bercerita awal ketertarikan sy kepada alat musik gamelan karena alunan suling, tapi berikutnya sy juga sering nyewot (ngambek) bilamana personil gamelan menyepelekan atau memainkan secara asbun (asal bunyi saja) pada instrumen yang satu ini yaitu gong. Bagaimana tidak blingasan bilamana seharusnya suara gong besar bunyi (gooooong...)tiba-tiba yang bunyi malah suara gong kecil (puuuuul..). Tentu tidak hanya satu atau dua penonton yang blingasan mungkin semua hadirin yang memahami atau setidaknya sering mendengarkan atau mengapresiasi musik gamelan juga akan kecewa...hehe gara-gara hal tersebut di atas.

Maksud tulisan sy di sini untuk memberi apresiasi kepada calon anggota sanggar agar harus menjaga harmonisasi lagu dari awal sampai akhir saat latihan. Untuk pengetesan dan latihan bagi anggota sanggar baru maka sy buatkan alunan gamelan durasi 27 menit, ....yang di dalamnya tidak ada suara gong. Loh kemana..suara gong nya. Sengaja tidak ditabuh. Kamu yang nabuh..(kt sy...). Siapa yang berhasil menabuh gong dari awal sampai akhir betul (tanpa salah dan rileks dalam menabuhnya...) maka akan mudah untuk memainkan alat musik gamelan yang lainnya.

Tikbluk/ketuk/kebluk/panutuk (atau mungkin ada istilah lain? ) Adalah metronom dalam gamelan. Salah satu unsur musik yang mempengaruhi keindahan sebuah alunan lagu adalah ketukan. Dalam gamelan diperankan oleh penabuh tikbluk (bhs. Indramayu). Ok...sekarang dalam pengetesan ini sekali maju dua anak. 1 memainkan gong. 1 memainkan tikbluk. (Sebelumnya sy memberi contoh dulu..). Siap...mulai !
Sy stel rekaman berikut: Salendro Flute
(rekaman sederhana ini tunggal dibuat sy sendiri, direkam per  track....Bila yang distel masternya maka, tidak hanya untuk latihan gong, dan tikbluk, tapi juga bisa digunakan untuk latihan instrumen lainnya, seperti saron 1, 2, saron peking, penerus, bonang, suling dan kendang..)
Salam..

Jumat, 07 Juni 2013

Ki Bagus Nata, 18 Mei saat Pawidya Smakro 2013


Nih personil baru, cuma sayang nabuhnya ko lemes begini, mungkin karena kepanasan atau belum sarapan ya...

Nah, itu yang niup suling sy sendiri (yang nulis blog "Ki Bagus Nata", juga sebagai pembina sekaligus pelatih)
 Nah, ini lebih jelas lagi....cuma sayang iketnya blm dipakai...jadi kelihatan cepak nya...

 Tari kreasi berpasangan, diperankan oleh Noni dan Nurhayati...


 Nah, nih personilnya...blm termasuk penabuh gamelan...(semua properti Alhamdulillah sudah milik sanggar sendiri...termasuk 2 perangkat gamelan Pelog dan Salendro)


 Nyantai dan mejeng dulu...memang beginilah kalau belum waktunya muncul, banyak nganggurnya...hehe


Sedang Memerankan sandra tari "Satria Cilalanang" karya garapan sanggar  "Ki Bagus Nata" durasi 20 mnt.

 Anggota baru. Agung A (jengglong), Wahyudin (bonang), Damini (penerus), Ines (saron 1), Ines (saron 2), Agung B (peking), Restu (kendang), Bima (kecrek).


Nah, ini Ibu Vety Nur Oktavianty sebagai pelatih tari yang tidak mengenal lelah dalam rangka mengejar target jam tayang...
Ini Bpk Warsoni Hidayat, sebagai penanggu jawab Sanggar dan sekaligus sebagi sutradara dan narator saat show di mana pun dan kapan pun hehe...

Salam.....rahayu budaya...

Senin, 05 November 2012

Membuat Lubang Tiup dan Posisi Tiup Suling Bambu

Alhamdulillah pada kesempatan ini, baru ada waktu ngisi blog kembali. Sudah sekian lama kurang lebih satu bulan lebih. Bagaimana membuat lubang tiup pada suling bambu? Yang akan dijelaskan lebih dulu yaitu membuat lubang tiup suling dangdut (horizontal), termasuk juga ini sama dengan suling gamelan pelog Indramayu.
Gambar lubang tiup.

Gambar di atas menunjukan proses membuat suling bambu.
Langkah pertama, yaitu membuat lubang tiup. Besar kecilnya lubang tiup tergantung pada bahan suling. Artinya bilamana diameter suling cukup besar maka setidaknya lubang tiup pun  demikian dan sebaliknya. Jarak dari pangkal ke lubang tiup bebas, disesuaikan dengan selera pembuat karena jarak pangkal ke lubang tiup tidak mempengaruhi nada.

Langkah ke dua, yaitu membuat tutup lubang tiup (bisa menggunakan bekas sendal jepit bekas, usahakan penutup tidak boleh bocor udara, harus benar-benar ngepress atau pas betul. Tidak boleh longgar dimaksudkan untuk menghindari pergeseran.  Karena lubang tiup menentukan kemerduan suara juga). Jarak tutup ke lubang tiup kurang lebih 1 cm. Jangan terlalu dekat dengan lubang tiup karena tidak ada ruang pantul sehingga akan mengakibatkan  suara kurang merdu saat menjangkau nada tinggi rendah. Juga  tutup jangan terlalu jauh dari lubang tiup karena karena terlalu banyak rongga sehingga akan mengakibatkan suara kurang merdu saat menjangkau nada tinggi, bahkan akan mengakibatkan suara sleep (ini istilah saya saja, artinya suara berbalik tinggi tapi fals) walaupun di nada rendah tidak ada masalah.
Untuk posisi tutup pada gambar sy beri tanda spidol. Nah, sekitar segitulah jaraknya.

Langkah ke tiga, menentukan posisi (kedudukan bibir) saat meniup lubang tiup.
Sebelum belajar mengukur nada dasar, penting sekali belajar meniup pada beberapa posisi:
  • Posisi meniup maju/depan, artinya posisi bibir hampir menutup lubang tiup. Jada udara yang kita hempaskan kelubang tiup di beri ruang tidak terlalu leluasa (sempitaaa) karena tertutup bibir. Posisi ini akan menghasilkan nada 1/2 lebih rendah dari tiupan normal (Posisi meniup tengah). Misalnya saat kita meniup suling bernada dasar G pada tiupan tengah, kemudian kita ganti posisi tiupan maju  maka akan menghasilkan nada F#. 
  • Posisi meniup normal (tengah), posisi bibir tidak terlalu maju juga tidak terlalu di tepi. Untuk menghasilkan posisi ini lubang suling persisi mengarah ke atas.  Sebaiknya saat  mengukur nada dasar kita gunakan posisi ini.
  • Posisi meniup tepi, posisi bibir berada di tepi bagian dalam sehingga akan terlihat  jelasr lubang sulingnya. Kalau pada ke dua gambar di atas kita bandingkan maka tentu akan terlihat jelas bedanya bukan?  Gamar yang atas adalah posisi cenderung ke meniup maju sedangkan gambar di bawah posisi meniup di tepi. Nah posisi normal yaitu kurang lebih  berada di antara ke dua tiupan ekstim (hehe...jadi pakai istilah ekstrim nih, tapi ga apa-apa untuk sekedar penjelasan) tersebut.
L
Langkah ke tiga, untuk menghasilkan nada yang merdu coba posisi bibir saat meniup, udara yang ditiupkan ke lubang suling yaitu udara yang di hasilkan saat kita mengucap kata:   Pep.....sehalus mungkin. Bukan Wus  atau bukan Puh.

Lalu bagaimana langkah selanjutnya setelah kita sudah membuat lubang tiup sedemikian rupa kemudian kita tiup dengan teknik di atas,  langkah selanjutnya yaitu mengukur nada dasar dan membuat lubang nada.
Bersambung...

Minggu, 09 September 2012

Bahan Dan Alat Untuk Membuat Suling Bambu

Karena namanya juga Suling Bambu, maka bahan yang digunakan untuk membuatnya yaitu bambu. Tapi tidak sembarang atau asal bambu saja. Mengapa? Karena kalau bambu biasa biasanya ruas-ruas bukunya tidak sepanjang dengan bambu suling, juga diameter bambu biasa, biasanya cenderung menciut drastis pada ujungnya. Lain dengan bambu suling dimana ruas-ruasnya panjang juga dari pangkal ke ujung (pucuk) penciutan diameter lubangnya tidak begitu terlihat (pangkal ruas dan ujung ruas bukunya hampir sama).

Di daerah Jawabarat biasanya bambu ini disebut Awi Tamiyang. Ada juga yang menyebutnya Pring Tulup (Indramayu), karena bambu ini juga bisa digunakan untuk membuat Tulup (senjata tradisional).
Bambu ini mudah dikembangbiakan dan ramah lingkungan, bisa kita tanam di pekarangan belakang rumah atau di pinggir kali (kali = sungai). Gambar di atas merupakan contoh bentuk tanaman bambu suling yang usianya baru 2 tahun (dihitung sejak bulan tanam). Sudah bisa dipakaikah? Belum. Untuk bisa dipakai sebagai bahan suling bambu di atas harus berusia sekitar 4 - 5 tahun an. Bisa terlihat dengan mata telanjang ktia bambu yang sudah siap pakai, cirinya kelopak-kelopaknya sudah mengelupas sendiri juga terlihat pada batang pangkal bukunya (awal dari tiap bukunya) mengkilat atau licin dan tidak berbulu.
Bila menjumpai bambu suling (tamiyang, tulup) yang demikian maka bisa diambil dan dijadikan sebagai bahan suling. Cuma kalau bisa alangkah lebih baiknya setelah ditebang kemudian dibiarkan minimal 6 bulan ditempat yang terbuka tapi tidak terkena sinar matahari langsung. Kalaupun hendak di jemur jangan terlalu lama hingga melebihi 3 hari, ini akan mengakibatkan bambu akan memuai dan bisa jadi kemudian membengkok (melengkung). Bila menjumpai bambu yang kita simpan ada beberapa bambu yang bubuk,  segera buang atau bakar bambu tersebut maksudnya jangan sampai binatang bubuknya menjalar ke bambu yang lain.

Alat
Sebetulnya alat yang digunakan untuk membuat suling bambu sederhana sekali. Tapi walaupun begitu bilamana kita bisa membuat suling bambu yang baik dengan nada yang lengkap 1 set, maka ini bisa menghasilkan nilai jual yang cukup lumayan ( 1 set suling bambu - isi 15 unit, bisa dijual dengan harga Rp.400.000 - 500.000 dapat diselesaikan dalam waktu 7 hari dengan target 1 hari memproduksi 2 suling bambu yang berkualitas). Ini tidak mengada-ada karena saya sendiri sebagi penulis blog ini pun asalnya perajin suling bambu dan sempat menapkahi anak dan istri dari hasil penjualan suling bambu ini.
Alat yang kita perlukan untuk menambah nilai jual bambu ini dari hal yang tidak bernilai menjadi barang yang bernilai (suling bambu yang berbunyi merdu) di antaranya bisa terlihat pada gambar di atas yaitu:
- Pisau runcing, Cutter, Spidol, Hampelas, Gergaji besi dan Tali (kabel bekas) dan Sendal bekas

Fungsi Alat
  1. Pisau runcing digunakan untuk melubangi bambu dari awal sampai akhir, artinya dari proses melubangi lubang tiup sampai ke lubang nada.
  2. Cutter digunakan untuk memotong sandal bekas yang digunakan sebagai penutup dekat lubang tiup.
  3. Hampelas digunakan untuk melicinkan dan membersihkan bambu dari kotoran dan lugut (bulu bambu) sebelum dicuci. Juga bisa dipakai untuk mengikis lubang suling  agar indah  bulat,  menarik dan halus.
  4. Gergaji besi digunakan untuk memotong bambu suling yang terlalu panjang, atau memotong bambu saat nada dasar kita ukur ternyata nadanya kurang tinggi, maka caranya dengan memotong bagian bawah bambu tersebut sedikit demi sedikit. Tapi kalau sudah terbiasa nanti kita bisa memperkirakan dengan pas seberapa senti yang akan kita potong.
  5. Tali atau bisa menggunakan kabel bekas, digunakan untuk mengukur jarak antara lubang tiup dan lubang pertama, kemudian hasil bagi nya (setengahnya) dijadikan sebagai patokan lubang nada akhir.
  6. Spidol berfungsi untuk memberi tanda perkiraan awal untuk bagian-bagian yang akan dilubangi, baik untuk lubang tiup  (1 lubang) maupun lubang nada (6 lubang).

Bersambung  pada proses pembuatan suling bambu...



Sabtu, 08 September 2012

Membuat Suling Bambu Nada Diatonis

Kali ini "Ki Bagus Nata" akan membagi sedikit pengalaman tentang membuat suling bambu nada diatonis (7 nada). Sebelumnya mohon ma'af kepada pengunjung blog ki bagus nata karena sudah sekian bulan blog ini isinya belum bertambah juga, dikarenakan kesibukan admin. Begitu pula dengan apa yang akan dipaparkan sekarang pun baru hanya berupa pengantar saja, untuk kelengkapan lainya seperti gambar-gambar pendukung akan menyusul.

Baik langsung saja, langkah-langkahnya sebagai berikut:
  1. Mengenal nada diatonis (enam lubang nada pada suling). Apa sih nada diatonis itu? tone = nada  dia = 7, jadi kurang lebih diartikan 7 nada. Yang kita kenal sehari-hari 7 nada tersebut yaitu; do, re, mi, fa, so, la, ti, do. Nah, itu yang pokoknya. Artinya apa? Pokok di sini diartikan (permainan pada suling), bila lubang itu di buka maka artinya dibuka penuh. Bila lubang ditutup artinya ditutup penuh. Jada kalau begitu masih ada nada sisipan, yaitu bilamana bila kita bermain suling lubangnya terbuka setengah, atau tertutup setengah. Itu yang disebut nada sisipan. Ada berapa nada sisipan? Ada 5. do naik setengah, re naik setengah, fa naik setengah, so naik setengah, la naik setengah. Lah? mi, sama ti ngga dinaikan ? Tidak. Karena jarak mi ke fa sudah setengah, begitu pula dengan ti ke do tinggi juga sudah setengah.
  2. Pahami not pada piano. Mengapa karena tuts piano adalah patokan baku nada secara international. Oleh karena itu arransement secara digital pun di sana dalam membuat midi (music digital interface) menggunakan acuan not pada piano. Begitu juga bila kita ingin membuat suling secara utuh (1 set suling bambu). Aturan bakunya yaitu harus memahami susunan 12 nada dasar pada piano (keyboard/organ). Nada dasar apa sajakah itu?  Yaitu nada dasar: C, Cis, D, Dis, E, F, Fis, G, Gis, A, Ais, dan B. Ya ada 12.  
  3. Susunan nada dasar C, digunakan bilamana kita ingin membuat suling C. Suling C ada 2. Ada C besar oktaf rendah, ada C kecil untuk oktaf tinggi. Susunan tangga nada C yaitu: C, D, E, F, G, A, B. Artinya C (do), D (re), E (mi), F (fa), G (so), A (la), B (ti)
  • Untuk menghasil kan nada do = lubang ditutup semua
  • Nada re = lubang paling bawah di buka 1
  • Nada mi = lubang di buka 2  (dari bawah;  lubang 1 dan 2 dibuka)
  • Nada fa = lubang di buka 3 (dari bawah; lubang 1, 2 dan 3 dibuka)
  • Nada so = lubang di buka 4 ( dari bawah; lubang 1,2, 3, dan 4 dibuka)
  • Nada la = lubang di buka 5 (dari bawah; lubang 1, 2, 3, 4, dan 5)
  • Nada ti = lubang dibuka semua (dari bawah; lubang 1, 2, 3, 4, 5, dan 6)  
Nah, selanjutnya begitu juga dengan nada dasar yang lain. Lebih jelasnya untuk susunan nada pada nada dasar yang lainnya adalah sebagai berikut:
- Nada dasar D :  D, E, Fis, G, A, B , Cis
- Nada dasar E :   E, Fis, Gis, A, B, Cis, Dis
- Nada dasar F :   F, G, A, Ais, C, D, E
- Nada dasar G:    G, A, B, C, D, E, Fis
- Nada dasar A:    A, B, Cis, D, E, Fis, Gis
- Nada dasar B:    B, Cis, Dis, E, Fis, Gis , Ais

Diatas adalah susunan nada dasar 7 nada dasar pokok. Selanjutnya adalah 5 nada dasar sisipan (harus hapal juga, karena kalau tidak bisa jadi suling yang kita buat akan sumbang/ fals - karena salah mengukur nada).
Yaitu:
- Nada dasar Cis:    Cis, Dis, F, Fis, Gis, Ais, C
- Nada dasar Dis:     Dis, F, G, Gis, Ais, C, D
- Nada dasar Fis:     Fis, Gis, Ais, B, Cis, Dis, F
- Nada dasar Gis:     Gis, Ais, C, Cis, Dis, F, G
- Nada dasar Ais:     Ais, C, D, Dis, F, G, A

Susunan nada di atas, semuanya (tidak terkecuali baik yang pokok maupun yang sisipan - tersusun, bila dibunyikan berurutan akan menghsilkan susunan nada yang sama yaitu do, re, mi, fa, so, la, ti ). Hanya bedanya yaitu tinggi rendahnya nada awalanya saja (patokan nada awalan itulah yang disebut sebagai nada dasar.

Sampai sini dulu. Harus dipahamai  (bahkan memang perlu sekali dipraktekan pada tuts piano). Selanjutnya nanti bersambung bagai mana membuat sulingnya, yaitu dari mulai memilih bambu yang akan dijadikan sebagai bahan suling, sampai dengan cara melubangi, mengukur besar kecilnya lubang suling, mengukur jarak antar lubang.
Salam....

By Randam Hermawan.

Kamis, 03 Mei 2012

Suling Bambu

Di Indramayu,  sepertinya kalau kita mendengarkan suara gamelan tak akan sempurna bilamana suara suling tidak ada. Tidak adanya suara suling bisa jadi karena memang lagunya berformat sengaja tidak ada suara suling, atau bisa jadi sulingnya ada tapi tidak ada yang bisa niupnya. Pengalaman penulis, dulu waktu kecil juga begitu, karena mengenal seni gamelan sejak kecil, sehingga kesan pertama yang paling menarik dan menonjol di telinga saat itu hingga remaja pun menantikan suara suling yang sengaja ditonjolkan dari pada suara instrumen lainnya. Kesan ini mendalam, sehingga saat suatu saat ada seni sandiwara di dekat tempat tinggal (tetangga), gamelan sudah ditabuh, tapi lama tidak terdengar suara suling...hmmm gimana gitu rasanya? Alasan personil gamelannya bagaimana, sehingga lama gamelan di tabuh tidak ada suling? Jawabnya: tukang sulingnya belum datang, masih diperjalanan. Nah...kemudian kurang lebih 30 menit gamelan berjalan suling berbunyi...saya bilang, nah ini baru lengkap.

Betapa pentingnya 1 instrumen yang berbahan sederhana, hanya dari sebatang bambu tapi begitu dinantikan kehadirannya. Begitu juga sekarang....saya sebagai pendamping (sekaligus peniup suling), suatu saat latihan dan saya belum hadir ...betapa anak-anak menantikan bunyi suling  dan bilangnya tidak enak kalau tidak ada suara suling. Sekali lagi,  ini di Indramayu (lain pula mungkin di daerah lain...seperti di Pasundan misalnya, di sana ada  yang bisa menggantikan posisi suling yaitu rebab). Kalau di Indramayu, tetap saja walaupun ada alat musik rebab mereka lebih senang dan cenderung ke suling. Di akal-akal bagaimana supaya suling bisa suaranya menyerupai rebab...mereka para dalang dan peniup suling tentu sudah tahu tekniknya.


Suling bambu dengan beragam nada dasar....terlihat perbedaan ruas dan panjang menandakan perbedaan nada.


Setiap daerah di Nusantara,  tentu memiliki kekhasan tersendiri dengan suling bambunya, walaupun berbahan sama dari bambu,  tetapi kekhasan itu terlihat dari bentuk dan suara yang dihasilkan. Coba dengarkan bagaimana suling gamelan Bali, Gamelan Jawatimur, Gamelan Jawatengah, dan Gamelan Jawabarat (Indramayu dan Parahiyangan).....berbedakan?


Nah kali ini kita hanya perkenalan mengenai suling bambu...nanti lain kesempatan bagaimana cara memainkan dan bagaimana tekniknya supaya menghasilkan suara yang merdu. Tidak lupa kunci-kunci dasar yang  harus diketahui sebelum memainkan suling bambu (dasar bermusik atau pengenalan nada dasar pada musik).

Salam .....Ki Bagus Nata....is life
By  Randam Hermawan