Prawa Gitar Nylon

Senin, 05 November 2012

Membuat Lubang Tiup dan Posisi Tiup Suling Bambu

Alhamdulillah pada kesempatan ini, baru ada waktu ngisi blog kembali. Sudah sekian lama kurang lebih satu bulan lebih. Bagaimana membuat lubang tiup pada suling bambu? Yang akan dijelaskan lebih dulu yaitu membuat lubang tiup suling dangdut (horizontal), termasuk juga ini sama dengan suling gamelan pelog Indramayu.
Gambar lubang tiup.

Gambar di atas menunjukan proses membuat suling bambu.
Langkah pertama, yaitu membuat lubang tiup. Besar kecilnya lubang tiup tergantung pada bahan suling. Artinya bilamana diameter suling cukup besar maka setidaknya lubang tiup pun  demikian dan sebaliknya. Jarak dari pangkal ke lubang tiup bebas, disesuaikan dengan selera pembuat karena jarak pangkal ke lubang tiup tidak mempengaruhi nada.

Langkah ke dua, yaitu membuat tutup lubang tiup (bisa menggunakan bekas sendal jepit bekas, usahakan penutup tidak boleh bocor udara, harus benar-benar ngepress atau pas betul. Tidak boleh longgar dimaksudkan untuk menghindari pergeseran.  Karena lubang tiup menentukan kemerduan suara juga). Jarak tutup ke lubang tiup kurang lebih 1 cm. Jangan terlalu dekat dengan lubang tiup karena tidak ada ruang pantul sehingga akan mengakibatkan  suara kurang merdu saat menjangkau nada tinggi rendah. Juga  tutup jangan terlalu jauh dari lubang tiup karena karena terlalu banyak rongga sehingga akan mengakibatkan suara kurang merdu saat menjangkau nada tinggi, bahkan akan mengakibatkan suara sleep (ini istilah saya saja, artinya suara berbalik tinggi tapi fals) walaupun di nada rendah tidak ada masalah.
Untuk posisi tutup pada gambar sy beri tanda spidol. Nah, sekitar segitulah jaraknya.

Langkah ke tiga, menentukan posisi (kedudukan bibir) saat meniup lubang tiup.
Sebelum belajar mengukur nada dasar, penting sekali belajar meniup pada beberapa posisi:
  • Posisi meniup maju/depan, artinya posisi bibir hampir menutup lubang tiup. Jada udara yang kita hempaskan kelubang tiup di beri ruang tidak terlalu leluasa (sempitaaa) karena tertutup bibir. Posisi ini akan menghasilkan nada 1/2 lebih rendah dari tiupan normal (Posisi meniup tengah). Misalnya saat kita meniup suling bernada dasar G pada tiupan tengah, kemudian kita ganti posisi tiupan maju  maka akan menghasilkan nada F#. 
  • Posisi meniup normal (tengah), posisi bibir tidak terlalu maju juga tidak terlalu di tepi. Untuk menghasilkan posisi ini lubang suling persisi mengarah ke atas.  Sebaiknya saat  mengukur nada dasar kita gunakan posisi ini.
  • Posisi meniup tepi, posisi bibir berada di tepi bagian dalam sehingga akan terlihat  jelasr lubang sulingnya. Kalau pada ke dua gambar di atas kita bandingkan maka tentu akan terlihat jelas bedanya bukan?  Gamar yang atas adalah posisi cenderung ke meniup maju sedangkan gambar di bawah posisi meniup di tepi. Nah posisi normal yaitu kurang lebih  berada di antara ke dua tiupan ekstim (hehe...jadi pakai istilah ekstrim nih, tapi ga apa-apa untuk sekedar penjelasan) tersebut.
L
Langkah ke tiga, untuk menghasilkan nada yang merdu coba posisi bibir saat meniup, udara yang ditiupkan ke lubang suling yaitu udara yang di hasilkan saat kita mengucap kata:   Pep.....sehalus mungkin. Bukan Wus  atau bukan Puh.

Lalu bagaimana langkah selanjutnya setelah kita sudah membuat lubang tiup sedemikian rupa kemudian kita tiup dengan teknik di atas,  langkah selanjutnya yaitu mengukur nada dasar dan membuat lubang nada.
Bersambung...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar